Arsip

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

KEUTAMAAN TAUHID

Berbicara tentang keutamaan tauhid sebenarnya terkandung unsur kewajiban untuk bertauhid. Sebab tidak berarti bahwa adanya keutamaan pada sesuatu berarti bahwa sesuatu itu tidak wajib, karena keutamaan merupakan hasil atau buah yang ditimbulkan. Seperti sholat jamaah yang telah jelas keutamaannya dalam hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam:

Shalat jamaah lebih utama daripada shalat sendiri, dua puluh tujuh derajat. (HR Imam Bukhari [Kitab Adzan, bab Keutamaan Shalat Jamaah] dan Imam Muslim (Kitab Al Masajid [masjid-masjid], Bab Keutamaan Shalat Jamah) Keutamaan yang ada pada shalat jamaah ini tidak berarti bahwa shalat jamaah ini tidak wajib.
Jadi tidak selalu berarti bahwa ketika kita berbicara tentang keutamaan tauhid berarti tauhid itu tidak wajib, sebab tauhid adalah kewajiban yang paling pertama. Tidak mungkin suatu amal akan diterima tanpa tauhid. Tidak mungkin seorang hamba bertaqarrub kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa tanpa tauhid. Sekaligus bahwa tauhid juga memiliki keutamaan.
Faidah tauhid sangat banyak, diantaranya:
1. Tauhid adalah penopang utama yang memberikan semangat dalam melakukan ketaatan kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa; sebab orang yang bertauhid akan beramal untuk dan karena Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, baik ketika ia sendiri maupun ketika bersama orang banyak. Sedangkan orang yang tidak bertauhid, misalnya seperti orang yang riya`, ia hanya akan bersedekah, shalat dan berdzikir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa kalau ada orang yang melihatnya. Oleh karena itu sebagian ulama salaf mengatakan: Sesungguhnya saya sangat ingin bertaqarrub kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dengan melakukan ketaatan yang hanya diketahui oleh Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. 2. Orang-orang yang bertauhid akan mendapatkan ketenangan dan petunjuk, sebagaimana firman Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa:
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al Anaam ayat 82)
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: Mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Nya semata yang tidak ada sekutu bagi Nya, dan mereka tidak menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa sedikitpun dalam berbagai hal. Mereka itulah yang akan mendapatkan keamanan pada hari Qiamat dan mendapatkan petunjuk di dunia dan akhirat.
Syekh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin hafizhalullah- mengatakan: Firman Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa (Wahum Muhtaduun; dan merekalah orang-orang yang mendapatkan hidayah) maksudnya di dunia, (mendapatkan hidayah) menuju syariat Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dengan ilmu dan amal. Mendapat hidayah dengan ilmu adalah hidayah irsyaad, sedangkan mendapat hidayah dengan amal adalah hidayah taufiq. Mereka juga mendapatkan hidayah di akhirat menuju surga. Hidayah di akhirat ini, untuk orang-orang yang zhalim (mereka mendapatkan hidayah) jalan menuju neraka jahim, sebaliknya untuk orang-orang yang tidak zhalim mendapat hidayah jalan menuju surga (yang penuh kenikmatan). Banyak diantara ulama tafsir yang mengatakan tentang firman Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa ( ) mereka adalah orang-orang yang mendapatkan rasa aman: Rasa aman itu di akhirat sedangkan hidayah itu di dunia. Pendapat yang lebih tepat bahwa rasa aman dan hidayah itu bersifat umum, baik di dunia maupun di akhirat.
Ketika ayat ini turun dirasakan berat oleh para sahabat -radliyallaahu ‘anhum-. Mereka mengatakan: Siapakah diantara kita yang tidak menzholimi dirinya sendiri ? Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan: Maksud ayat tersebut bukan seperti yang kalian kira, yang dimaksud zholim dalam ayat tersebut adalah syirik, tidakkah kalian mendengar perkataan lelaki yang sholeh, Luqman:

Sesungguhnya syirik adalah kezhaliman yang sangat besar. (QS Luqman: 13) Ada beberapa jenis zholim:
1) Zholim yang paling besar yaitu syirik dalam hak Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.
2) Zholim yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri, dengan tidak memberikan haknya, seperti orang yang berpuasa dan tidak berbuka, orang yang shalat malam terus dan tidak tidur.
3) Zholim yang dilakukan seseorang terhadap orang lain, misalnya memukul, membunuh, mengambil harta dan lain-lain.
Jika tidak ada kezholiman maka akan terwujud keamanan. Namun apakah keamanan yang smepurna ?
Jawabannya: jika imannya sempurna dan tidak dicampuri mashiyat maka akan terwujud rasa aman yang mutlak (sempurna), jika iamnnya tidak sempurna maka yang akan terwujud adalah rasa aman yang kurang juga. Contohnya: Orang yang melakukan dosa besar. Ia akan aman dari ancaman tinggal kekal di neraka, tetapi tidak aman dari adzab yang akan menimpa dirinya, tergantung kehendak Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa (apakah diampuni atau di adzab?). Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (QS An Nisaa` ayat 116)
Ayat ini (QS Luqman ayat 13) Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa nyatakan sebagai pemutus antara Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam dengan kaumnya ketika beliau mengatakan kepada mereka:

Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui? (QS Al Anam: 81)
Kemudian Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS Al Anaam ayat 82)

SYIRIK
Pembatal ke-Islaman seseorang yang paling besar adalah syirik kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Oleh karena itu kita temukan dalam al Qur`an Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa mengingatkan kita (agar menjauhkan) syirik, orang-orang yang melakukan syirik dan akibat yang akan mereka rasakan, dalam banyak ayat. Lafadz syirik dan bentukannya disebutkan berulang-ulang dalam al Qur`an lebih dari 160 kali. Demikian juga dalam sunnah, kita temukan sangat banyak hadits-hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan bahayanya.

PENGERTIAN SYIRIK
Menurut bahasa: Syirik adalah sebuah kata yang digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang terjadi antara dua orang atau lebih. Menurut istilah syari: Syirik kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa maksudnya menjadikan sekutu bagi Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, baik dalam rububiyahnya ataupun uluhiyahnya, tetapi istilah syirik lebih sering digunakan untuk syirik dalam uluhiyahnya.
Atau: menyamakan selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dengan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dalam hal-hal yang menjadi hak Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.

HUKUM SYIRIK
Syirik adalah larangan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa yang paling besar. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman dalam surat An Nisaa` ayat 36:

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Syirik juga merupakan perbuatan haram yang pertama (harus
ditinggalkan). Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman dalam surat Al Anaam ayat 151:

Katakanlah: Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).

PENGGUNAKAN KATA SYIRIK
Jika anda mendapat istilah syirik dalam buku aqidah maka maksudnya bisa berarti syirik akbar atau syirik ashghar. Maka anda jangan menghina orang-orang yang mendakwahkan tauhid bahwa mereka selalu menghukumi segala sesuatu dengan syirik. Fahamilah setiap ungkapan pada tempatnya yang tepat.
Oleh karena itu anda perlu mengetahui bahwa syirik dalam pengertian syarI digunakan untuk tiga makna:
1. Meyakini ada sekutu bagi Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dalam kekuasaan, rububiyah, mencipta, memberi rizqi dan mengatur alam. Siapa yang meyakini bahwa ada orang yang mengatur alam ini dan mengatur seluruh urusannya, maka ia telah menyekutukan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dalam rububiyah dan telah kafir kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Dalil-dalil (argumen-argumen) yang menunjukkan bathilnya keyakinan akan adanya dzat lain selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa yang memiliki hak rububiyah sangat banyak dan begitu jelas, baik dalil yang bisa kita saksikan dari alam ini maupun dalil sami (al Qur`an dan as Sunnah). Diantaranya firman Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dalam surat Saba` ayat 22:

Katakanlah: Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.
Syirik jenis ini tidak terjadi pada semua orang kafir di zaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka meyakini bahwa Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa adalah pencipta dan pengatur alam. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? Tentu mereka akan menjawab: Allah, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). (QS Al Ankabut: 61)

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya). (QS Al Ankabut: 63)
2. Meyakini adanya dzat selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa yang bisa memberikan manfaat atau madlarat, dzat ini merupakan perantara antara Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dan makhluq, maka sebagian jenis ibadah ditujukan padanya. Inilah yang dinamakan syirik dalam uluhiyyah. Syirik inilah yang banyak dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy. Mereka mengatakan tentang sembahan mereka
(mereka berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. (QS Az Zumar: 3)
Inilah keyakinan yang tersebar di kalangan mereka, sebagaimana friman Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dalam surat Ghafir ayat 12:
Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan, maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa menceritakan keadaan mereka dalam surat Shaad: 4-5 ()
Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.
Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa menceritakan bahwa tauhid kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dan meninggalkan syirik adalah sebab diutusnya para rasul. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman dalam surat Ar Ra`d ayat 36:

Katakanlah: Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali.
Syirik akan merusak dan menghapus semua amal dan hal ini berlaku pada seluruh umat. Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman dalam surat Az Zumar ayat 65:
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Oleh karena itu Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa memerintahkan
(hamba-hamba Nya) untuk beribadah kepada Nya dan melarang menyekutukan (syirik kepada) Nya dalam banyak ayat:

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. (QS An Nisaa` ayat 36)

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu, (QS An Nahl ayat 36)
()
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. (QS Yasiin ayat 60-61)
3. Mempertimbangkan (dapat perhatian, pujian dan lain-lain) dari selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa dalam perkataan maupun perbuatan. Adapun mempertimbangkan perhatian atau pujian dalam perbuatan seperti riya yang dilakukan oleh orang yang rajin ibadah, misalnya ketika shalat, ia panjangkan berdiri, ruku dan sujudnya kemudian ia tampakkan kekhusyuannya di hadapan orang banyak, ketika ia puasa, ia tampakkan bahwa dirinya sedang puasa, misalnya dengan mengatakan: Apa anda tidak tahu bahwa hari ini Senin (atau Kamis) ? Apa anda tidak puasa ? Atau ia katakan: Hari ini saya undang anda untuk berbuka puasa bersama ? Demikian pula haji dan jihad. Ia pergi haji dan jihad tetapi tujuannya riya`.
Riyanya orang-orang yang cinta dunia seperti orang yang angkuh dan sombong ketika berjalan, memalingkan mukanya atau menggerakkan kendaraannya dengan gerakan khusus.
Riya` dengan teman atau orang yang berkunjung ke rumahnya, seperti orang yang memaksakan diri meminta seorang alim atau seorang yang dikenal ahli ibadah untuk datang ke rumahnya agar dikatakan bahwa fulan telah mengunjungi rumahnya, atau sebaliknya ia kunjungi mereka (orang-orang alim dan ahli ibadah) agar dikatakan bahwa kami telah mengunjungi fulan atau kami telah bertemu dengan alim fulan dan yang lainnya.
Sedang riya dengan perkata yang dilakukan oleh orang-orang ahli agama seperti orang yang memberikan nasehat di majlis-majlis, kemudian ia menghafal hadits-hadits dan atsar-atsar khusus untuk acara-acara tertentu agar bisa berbicara dan debat dengan orang-orang, sehingga tampak di hadapan mereka bahwa ia memiliki pengetahuan tentang hal-hal tersebut, tampak di hadapan mereka bahwa ia memiliki ilmu yang kuat dan perhatian yang besar terhadap keadaan ulama-ulama salaf, tetapi ketika kita lihat di rumahnya bersama keluarganya, ia adalah orang jauh dari keadaan tersebut. Contoh lain adalah menggerak-gerakkan kedua bibir untuk berdzikir di hadapan orang banyak dan menampakkan kemarahan terhadap kemunkaran di hadapan orang, tetapi ketika ia berada di rumah ia tidak mengingkari atau lalai melakukan hal tersebut.
Semua perbuatan ini mengurangi kesempurnaan tauhid dan ikhlas. Sangat banyak dalil-dalil yang menunjukkan tercelanya perbuatan ini, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Said al Khudri, ia berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
: : , : . Maukah kalian saya beritahu tentang perbuatan yang bagi saya itu lebih saya takuti daripada Al Masih Ad Dajjal? Kami katakan: Ya, Ia berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Syirik khafiyy (yang tersembunyi) yaitu seseorang mengerjakan shalat kemudian ia perbaiki shalatnya karena ia mengetahui ada orang yang melihatnya. (Menurut Syaikh Al Albani rahimahullah hadits ini hasan. Shahih Sunan Ibni Majah 2/310 hadits no 3389).
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

Siapa yang memperdengarkan amalnya maka Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa akan memperdengarkan (aibnya) dan siapa yang riya` maka Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa akan akan menampakkan (aibnya pada hari Qiamat.

MACAM-MACAM SYIRIK
Para ulama berbeda pendapat dalam mengungkapkan pembagian syirik meski intinya tidak terlepas dari tiga penggunaan kata syirik yang telah dibahas di atas. Namun pembagian yang merangkum semuanya bisa kita katakan bahwa syirik terbagi menjadi dua:
1. Syirik Akbar.
Syirik ini terbagi menjadi dua:
1) Syirik yang berkaitan dengan dzat Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa atau syirik dalam rububiyah Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Syirik ini terbagi lagi menjadi dua:
(1) Syirik dalam tathil, seperti syirik yang dilakukan oleh Firaun dan orang-orang atheis.
(2) Syirik yang dilakukan oleh orang yang menjadikan sembahan lain selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa tetapi tidak menafikan asma (nama-nama), sifat-sifat dan rububiyah Nya, seperti syirik yang dilakukan oleh orang-orang Nashrani yang menjadikan Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa sebagai salah satu dari tiga Tuhan (trinitas).
2) Syirik yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa atau syirik dalam uluhiyyah. Syirik ini ada empat jenis: (1) Syirik dalam berdoa; yaitu berdoa kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.
(2) Syirik dalam niat, keinginan dan kehendak. Beramal karena ditujukan kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa menyebabkan pahalanya hilang.
(3) Syirik dalam ketaatan; yaitu seorang hamba taat kepada makhluk dalam perbuatan mashiyat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. (4) Syirik dalam mahabbah; yaitu seorang hamba mencintai makhluk seperti cintanya kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.
2. Syirik Ashghar.
Syirik Ashghar terbagi menjadi dua:
1) Yang Zhahir (tampak);
– mengerjakan amal dengan riya`. Melakukan perbuatan untuk selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa yang zhahir (tampak)nya untuk Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, tetapi dalam hatinya tidak ikhlas karena Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa.
– dengan ucapan, seperti bersumpah dengan selain Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa, perkataan: Ma Syaa Allah wa Syi`ta.
2) Yang Khafiyy (samar);
Yaitu sesuatu yang kadang-kadang, terjadi dalam perkataan atau perbuatan manusia tanpa ia sadari bahwa itu adalah syirik. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas -radliyallaahu ‘anhuma- bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Syirik bagi umatku lebih halus (samar) dari pada barjalannya semut di atas batu yang licin (hitam). (Hadits ini dishahihkan oleh Syekh Al Albani dalam Shahih Al Jami Ash Shaghir, hadits no 3730 dan 3731) Karena begitu halusnya syirik ini sehingga para sahabat bertanya pada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bagaimana caranya terhindar dari syirik ini? Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Katakanlah (Bacalah) oleh kalian semua
Ya Allah, kami berlindung kepada Mu dari perbuatan (kami)
menyekutukan Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami memohon ampunan kepada Mu dari sesuatu yang tidak kami ketahui. (HR Imam Ahmad 4/403 dan Ath Thabrani dalam Mujam Kabir dan Ausathnya sebagaimana dikatakan oleh Al Haitsami 10/223-224. Al Haitsami mengatakan: Rawi-rawinya Imam Ahmad adalah rawi-rawi shahih selain Abu Ali dan ia dianggap tsiqah oleh Ibnu Hibban).
(Disarikan dari buku Syarh Nawaqidhit tauhiid, tulisan Syekh Abu Usamah Hasan bin Ali Al Awaji, Maktabatul Liinah, cet pertama, 1993-1413)

Iklan
Kategori:Uncategorized

Peran Guru dalam Pendidikan

Efektivitas dan efisien belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas, seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai :

  1. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan;
  2. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan;
  3. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik;
  4. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik;
  5. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan yang menciptakannya).
Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas, Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner, mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik, yang mencakup :
  1. Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems).;
  2. Guru sebagai pelaksana (organizer), yang harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana, di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person), konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems).
  3. Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement), atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.
Selanjutnya, dalam konteks proses belajar mengajar di Indonesia, Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel), di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar, melakukan diagnosa, prognosa, dan kalau masih dalam batas kewenangannya, harus membantu pemecahannya (remedial teaching).
Di lain pihak, Moh. Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah, keluarga dan masyarakat. Di sekolah, guru berperan sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, penilai hasil pembelajaran peserta didik, pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. Sedangkan dalam keluarga, guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). Sementara itu di masyarakat, guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer), penemu masyarakat (social inovator), dan agen masyarakat (social agent).
Lebih jauh, dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan, diri pribadi (self oriented), dan dari sudut pandang psikologis.
Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan, guru berperan sebagai :
  1. Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai pendidikan;
  2. Wakil masyarakat di sekolah, artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan;
  3. Seorang pakar dalam bidangnya, yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya;
  4. Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin;
  5. Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik;
  6. Pemimpin generasi muda, artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan; dan
  7. Penterjemah kepada masyarakat, yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
Di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented), seorang guru berperan sebagai :
  1. Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat;
  2. Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya;
  3. Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah;
  4. model keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik; dan
  5. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.
Dari sudut pandang secara psikologis, guru berperan sebagai :
  1. Pakar psikologi pendidikan, artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik;
  2. seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations), artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan;
  3. Pembentuk kelompok (group builder), yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan;
  4. Catalyc agent atau inovator, yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik; dan
  5. Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker), artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik.
Sementara itu, Doyle sebagaimana dikutip oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukan dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran, seperti : tata letak tempat duduk, disiplin peserta didik di kelas, interaksi peserta didik dengan sesamanya, interaksi peserta didik dengan guru, jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran, pengelolaan sumber belajar, pengelolaan bahan belajar, prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran, lingkungan belajar, dan lain-lain.
Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh, berkembang, berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan, guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya.
Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat, ia akan terpuruk secara profesional. Kalau hal ini terjadi, ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik, orang tua maupun masyarakat. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut, guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Artinya, guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus. Disamping itu, guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yang dilaksanakannya, sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif, namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. Begitu juga, dengan dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun, disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung.
Sumber

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/

Kategori:Uncategorized

Hal yang perlu diperhatikan sebelum mengamalkan berbagai amalan yang ada di blog ini

1.

Beramalallah semata-mata karena Allah
2. Jangan pernah sekali-kali berani meninggalkan shalat yang 5 waktu, karena shalat merupakan pokok dari diterimanya semua amal. Apa pun amal baik yang saudara lakukan kalau shalat tidak kerjakan amal itu akan sia-sia. Karena shalat seumpama angka 1 dan yang lainnya 0, angka 1 akan semakin bernilai bila bergandengan dengan 0 contoh 1 digandengkan dengan 0 jadi 10 bila 0 nya 2 jadi 100 dst. Tapi angka 0 tidak.
3. Jangan punya pikiran doa mempunyai kekuatan, doa hanyalah media, yang punya kekuatan hanyalah Allah, jadi tujuan akhir dari semua amalan adalah menyampaikan diri kepada Allah. Bila kita telah sampai kepada Allah sebagai pemilik segalanya, apapun yang kita minta pasti terkabulkan. Bila Allah SWT telah ridho pada kita, apapun yang kita minta akan diberikan. Malah yang tidak diminta pun akan diberi.
4. Bila berhasil sesuai harapan jangan lupa bahwa keberhasilan yang saudara dapat karena karunia dan rahmat Allah, bukan karena usaha anda, atau bukan karena admin blog ini. Anda dan admin sama-sama tidak punya kekuatan apapun tanpa pertolongannya. Jangankan mendatangkan rizqi mengedipkan mata saja kita takan mampu tanpa pertolongan Allah.
Bila saudara sanggup melaksanakan dan menanamkan niat seperti di atas , insya allah saudara akan mendapat keuntungan berlipat ganda , dunia dan akhirat.
Selamat beramal, jangan lupa keikhlasan harus tetap dalam amalan ini. Jika anda mengamalkan amalan yang ada di blog ini bukan karena Allah, sesungguhnya anda akan sangat merugi, karena walaupun anda berhasil sesuai dengan apa yang anda pinta, karena apa yang akan diberikan Allah di akhirat kelak justru lebih baik daripada apa yang anda dapatkan di dunia.

Kategori:Uncategorized

Doa-doa Pembuka Rizqi

Assalamu’alaikum Wr,wb.
Saudaraku, seiman dan seagama, Nabi pernah bersabda “bahwa kemiskinan akan mendekatkan pada kekafiran” hal ini bias dimaklumi, karena ujian dengan kemiskinan bila datangnya pada orang yang kurang teguh pendirian dan kurang imannya akan berakibat fatal yang akhirnya mengeluarkan orang tersebut dari keislamannya baik dengan sengaja atau bahkan tanpa sengaja.
Namun saudaraku, Allah SWT takan memberikan ujian di luar batas kemampuan orang yang diujinya dan selalu meberikan jalan keluarnya.
Nah, dengan berangkat dari sanalah saya akn berbagi ilmu yang semuanya sudah diamalkan dan Alhamdulillah berhasil berkat pertolongan Allah, sehingga saat ini saya ingin memberikan amalan yang sedang dan pernah saya amalkan dan telah terbukti sangat membantu berbagai macam kesulitan yang pernah saya alami.
Ada beberapa amalan yang bila diamalkan akan mendatangkan rizqi yang berkah. Silahkan anda berusaha dengan usaha yang sedang saudara jalankan, apapun itu asal halal. Karena sebenarnya kunci kesuksesan seseorang bukan terketak pada jenis apa usaha yang dijalankan, akan tetapi keberkahan dari rizqi yang diterima yang membuat seseorang sukses itu.
Jadi saya bukan akan memberikan amalan yang bila diamalkan lantas akan mendapatkan uang secara ghaib yang datang dari langit, walau bagi Allah itu mudah saja, tapi syariat tetap berlaku. Kita perlu menyadari bahwa kita hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa, bukan waliyllah yang bila berdoa langsung terjadi.
Inilah berbagai amalan yang bisa anda pilih dan amalkan yang sesuai dengan keadaan anda, baik waktu atau jenis usaha.
I. Diamalkan Setelah Shalat Dhuha
1. Syahadat 3x
2. Istighfar 3 x
3. Shalawat :
Allahumma sholi ‘ala sayyidina muhammadin, sholatan yubariku lii bihi fi maalii wa yastaqimu bihaa haalii , wa ‘ala aaliihi wa shohbihi was salim (baca 100 x)
4. Yaa wahhabu Yaa razaq 1000x (ketika mengucapkan ini konsentrasi penuh sambil memohon apa yang saudara inginkan.(uang misalnya)
Keterangan :
Amalkan setelah shalat dhuha, lakukan shalat dhuha sebanyak 8 s.d 12 rakaat, setiap 2 rakaat salam. Dan baca setiap ba’da salam “ yaa baasitu 100x” Setelah 8 rakaat/4 x salam baca doa di atas dari 1 s.d. Catatan : Rasakanlah perubahan dalam urusan rizqi, karena setelah mengamalkan selama 40 hari anda akan mendapatkan berbagai kemudahan, tapi ingat jangan sampai ditinggalkan amalan tersebut sampai kapanpun, dan jangan lupa keluarkan untuk fakir miskin 2,5% dari harta anda, niscaya keberkahan akan anda terima secara berlipat ganda.
NB. Amalan ini sampai detik ini belum ada yang gagal, semua yang mengamalkan sesuai petunjuk di atas semuanya berhasil gemilang. Itu menurut email yang saya terima dari saudara-saudara kita yang telah mengamalkannya.
Tapi jangan heran dan aneh bila dalam mengamalkan banyak godaan yang akan anda terima, missal rasa malas atau yang lainnya yang membuat anda jadi meninggalkan amalan sebelum tamat.
SELAMAT MENGAMALKAN, DAN SAYA SERAHKAN DOA INI PADA ANDA SEMOGA ALLAH RIDHO. DAN JANGAN LUPA BUKAN DO’A YANG AKAN MEMBERI ANDA KESUKSESAN TAPI ALLAH SWT. DO’A HANYALAH MEDIA SAJA.
II. Diamalkan setelah Shalat Subuh
Amalan ini dibaca setiap selesai shalat subuh, penulis sendiri masih mengamalkan dan sedang merasakan keuntungannya, rizqi seakan mengalir deras dari setiap penjuru dan terkadang tidak bias dimengerti dengan akal. Memang begitulah bila Allah menghendaki, apapun bias terjadi.
Caranya :
Baca amalan di bawah ini dengan penuh keikhlasan
1. Syahadat 3x
2. Istighfar (astaghfirullahal adhim ) 100x
3. Shalawat :
Allahumma sholi ‘ala sayyidina muhammadin, shalatan tuwasi’u biha ‘alainal arzaqu wa tuhasinu biha lanal akhlaqu wa ‘ala alihi wa sohbihi wa salim 100x
4. Bismillahirrahmanirrahim 1000x
5. Yaa rahman 400x
6. Yaa rahimm 100x
7. Yaa hayyu yaa qoyum 1000x
8. Yaa latif 100x
9. Yaa wahhab 300x
10. Yaa razaq 100x
11. Yaa baasit 100x
12. Yaa ghoniyyu yaa mughni 100x
Shalawat :
Allohumma sholi ‘ala sayyidina muhammadin adada anwairrizqi wal futuhat, yaa basitholladzi yabsutur rizqil limayyasa’u bighoiri hisab ubsut alayya rizqon kasiron min kulli jihatin min khozaini rizqika bighoiri minnati makhluqin bifadlika wa karomika wa ‘ala alihi wa shohbihi wa salim 100x.
Keterangan :
Baca amalan di atas setiap selesai shalat subuh secara terus menerus, niscaya rizqi akan dating dari segenap penjuru, bias dikatakan bukan kita yang mencari rizqi tapi sebaliknya rizqi seakan yang mengejar-ngejar kita. Ga percaya, ya mungkin karena pada awalnya penulis juga begitu, tapi setelah menginjak hari ke 41 dari amalan di atas baru penulis merasakan keajaibannya. Banyak rizqi yang dating tanpa bias dimengerti.
Sebagai contoh :”penulis punya tetangga yang cap jahe alias peditnya minta ampun, tapi tiba-tiba dia jadi berubah dermawan, tapi hanya pada saya. Dan masih banyak lagi kejadian aneh lainnya. Seperti ketika saya sedang kebingunan maslah uang, tiba-tiba majikan saya memanggil dan memberikan uang Rp. 5.000.000,00 dengan Cuma-Cuma.
SELAMAT MENGAMALKAN, DAN SAYA SERAHKAN DOA INI PADA ANDA SEMOGA ALLAH RIDHO. DAN JANGAN LUPA BUKAN DO’A YANG AKAN MEMBERI ANDA KESUKSESAN TAPI ALLAH SWT. DO’A HANYALAH MEDIA SAJA.
Luangkan waktu anda beberapa saat, biasanya amalan di atas hanya membutuhkan waktu 1 jam saja/hari. Tapi keuntungan yang didapat sangat luar biasa.
III. Diamalkan setelah shalat isa
Sebelum membaca amalan yang akan disamapikan di bawah ini, terlebih dulu lakukan :
• Setelah shalat isya lakukan shalat sunat ba’diyah 2 rakaat
• Shlat witir 11 rakaat , dilakukan 2 rakaat sekali salam dan terakhir 1 rakaat
• Shalat tobat 2 rakaat , setelah selesai shalat tobat bacalah :
o Istighfar /astaghfirullahal adhim 1000x
o Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadhdholimin 100x
• Shalat hajat 2 rakaat , setelah selesai shalat hajat bacalah:
o Shalawat : asholaatu wassalaamu ‘alaika yaa sayyidi rasullallah, hud bi yadii qolat hillati, adrikni 1000x
o Yaa latif, yaa latif, yaa latif, sampai subuh (usahakan jangan kurang dari 41.000 x)
Catatan : amalan di atas cukup diamalkan sekali saja (tapi tiap malam lebih bagus) bila anda sedang benar-benar mendapat kesulitan yang sudah tidak bias diselesaikan lagi dengan cara biasa.
Amalan di atas harus diamalkan/dibaca dengan konsentrasi penuh dan khusu meminta kepada Allah SWT. Insya allah dalam waktu singkat saudara akan melihat buktinya. Terkadang bias terjadi/melihat bukti hanya dalam hitungan hari saja. Tapi jangan lupa, hanya allah yang kuasa melakukannya

Kategori:Uncategorized